penurunan bursa Asia mencapai 3,5% dalam sepekan,
SINGAPURA. Mayoritas indeks acuan Asia jatuh sepanjang pekan lalu. Hal
ini tercermin pada pergerakan indeks MSCI Asia Pacific yang turun 3,5%
menjadi 134,32 pada periode 10-14 Maret 2014 lalu. Penurunan tersebut
menjadi penurunan mingguan yang terbesar dalam dua tahun terakhir.
Bursa
Asia terjatuh setelah data ekonomi China yang dirilis mengecewakan
pelaku pasar. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa China tidak akan mampu
mencapai target pertumbuhan sebesar 7,5% pada tahun ini. Selain itu,
penguatan yen juga menyebabkan saham-saham di bursa Jepang bergerak
turun.
Jika dirinci, indeks Topix Jepang anjlok 5,8% pada pekan
ini. Sementara, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang merosot 6,2%.
Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,3%, indeks S&P/ASX 200
Australia turun 2,4%, indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,9%, indeks
Hang Seng Hong Kong turun 4,9% dan indeks Shanghai Composite China turun
2,6% pada periode yang sama.
Pergerakan sejumlah saham juga
turut mempengaruhi bursa Asia. Beberapa di antaranya yakni: Jiangxi
Copper Co turun 5,8% di Hong Kong, Toyota Motor Corp anjlok 5,7% di
Tokyo, Malaysia Airline System Bhd turun 4% di Kuala Lumpur, dan New
World Development Co anjlok 17% di China.
"Pelaku pasar mulai
memberikan perhatian lebih kepada data ekonomi yang negarif. Meski
pemerintah China menggunakan kebijakan moneter dan fiskal untuk
mengontrol pertumbuhan ekonominya, namun investor mengambil langkah
hati-hati dan sepertinya mereka mulai mencemaskan perlambatan ekonomi
China," urai Angus Gluskie, managing director White Funds Managemeny di
Sydney.
Sumber : http://investasi.kontan.co.id
penurunan bursa Asia mencapai 3,5% dalam sepekan
Info Post
0 komentar:
Posting Komentar